Allah
Azza wa Jalla
berfirman,
"Maka sabarlah, Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan janganlah engkau cemasterhadap orang yang tak mempunyai keyakinan." ( QS. Ar-Ruum 30:60)
Rasulullah diperingatkan tidak terburu-buru, dan diperintahkan untuk selaluberada dalam keadaan yang seimbang dalam mencapai tujuan yang ingin dicapaitanpa mempedulikan hambatan, kesulitan dan tantangan yang menghadangkeimanan yang sedang dia perjuangkan. Firman Allah,
"Maka bersabarlah seperti sabarnya orang-orang teguh di antara para Utusan."(QS. Al-Ahqaaf 46:35)
Kesabaran memang merupakan nilai-nilai pokok dan utama yang harus dimilikioleh seorang Muslim. Namun secara alami manusia selalu saja terburu-buru dansering gegabah. Kisah tentang Saul (Thalut) dengan cantik menggambarkan model-model manusia yang tidak mampu bersabar dan tidak mampu menahan cobaan.Tatkala Thalut sedang bergerak untuk berperang melawan tentara Goliath (Jalut) diamemperingatkan tentaranya untuk tidak minum dari aliran sungai. Barangsiapa yangtidak mematuhi perintahnya, maka ia tidak boleh mengikutinya dalam perjalananekspedisi selanjutnya. Apa yang diperintahkan adalah untuk menguji ketahanan dankesabaran mereka. Namun ternyata kebanyakan dari mereka gagal melaksanakanperintah pimpinannya. Sementara mereka yang bersabar mampu menaklukkantentara Jalut yang besar jumlahnya.Nabi Musa juga pernah kehilangan kesabarannya. Beliau kehilangankesabarannya saat berada bersama seorang lelaki,1) yang melubangi sebuah perahumilik seorang pelaut, membunuh seorang anak kecil yang tak berdosa danmembangun sebuah bangunan yang telah rubuh di sebuah desa yang sangat tidakramah, saat menyambut kehadiran mereka. Tindakan itu telah membuat Nabi Musajengkel, walau beliau memiliki watak kepemimpinan spiritual, karena beliau gagaluntuk menangkap motif apa yang ada di balik tindakan-tindakan itu. Nabi Musadiminta bersabar saat menemaninya, jika tidak, terpaksa dia harus berpisah dengangurunya.Nabi Musa juga kehilangan kesabarannya saat memberikan tugas dankewenangan kepada saudaranya, Harun, untuk mengambil alih kepemimpinan BaniIsrael selama dia pergi ke Gunung Sinai. Beliau kemudian menarik jenggot saudaranyaitu, untuk menerangkan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Bani Israel saat itu,yang dia anggap sebagai tindakan pengecut dari Harun. Karena karakter yangdemikian, maka Allah mengutusnya untuk berhadapan dengan manusia yang palingarogan yang pernah hidup dalam sejarah manusia.Negosiasi adalah usaha kontinu yang harus diusahakan dalam berbagaisuasana dan kondisi. Namun tatkala seseorang sedang berhubungan dengan sebuahkelompok yang tidak mengedepankan logika sebagai sarana, di saat itulah dia harusmenjadikan sabar sebagai senjata utama. Bahkan adakalanya hal-hal yang sangatsepele akan menimbulkan asumsi yang sangat membingungkan pada saatdihadapkan pada proses negosiasi. Bani Israel memiliki alasan yang kuat untukberterima kasih kepada Musa karena dia telah berhasil melepaskan mereka dariperbudakan dan mengantarkan mereka kepada kemerdekaan. Namun beliau dipaksauntuk bersabar dengan kesabaran yang sangat tinggi tatkala beliau meminta merekauntuk mengorbankan seekor sapi. Mereka menanyakan kepada Musa berbagai haltentang sapi itu. Misalnya tentang berapa umurnya, warnanya, jenis sapinya, danapakah dia pernah membajak - tanah kering atau di tanah berair,- semua pertanyaanitu mereka rancang dengan tujuan untuk mengelak dari kewajiban dan lari daritanggung jawab, dan bukan semata-mata untuk mencari informasi, satu teknik yangseringkali dilakukan dalam konferensi-konferensi di zaman modern saat ini. Sebuahpermintaan kecil sering kali mendapat kritik yang tajam. Pertanyaan yang diajukandengan tajam seringkali memancing setiap orang untuk tidak sabar. Namun Musa tidak terpancing, beliau tidak jengkel saat berhubungan dengan manusia-manusiayang tidak tahu terima kasih tersebut. Dia menghadapi pertanyaan-pertanyaan usilmereka itu dengan sabar satu demi satu hingga akhirnya mereka mau menyembelihseekor sapi, walau kecenderungan mereka untuk mengelak masih ada. Dengandemikian kesabaran dalam negosiasi, akan mengalahkan orang-orang yang ragu-raguyang terjerat dalam jaring laba-laba mereka sendiri. Musa selalu dilecehkan denganpertanyaan yang sia-sia, kurang ajar dan tak bermoral oleh kaumnya sendiri. KaumMuslimin diperintahkan untuk tidak mengikuti cara-cara kaum Bani Israel tersebut.Firman Allah,
"Apakah kamu hendak mengajukan pertanyaan kepada Rasul kamu,sebagaimana Bani Israel bertanya kepada Nabi Musa pada zaman dahulu?" (QS. Al-Baqarah 2:108)
Azza wa Jalla
berfirman,
"Maka sabarlah, Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan janganlah engkau cemasterhadap orang yang tak mempunyai keyakinan." ( QS. Ar-Ruum 30:60)
Rasulullah diperingatkan tidak terburu-buru, dan diperintahkan untuk selaluberada dalam keadaan yang seimbang dalam mencapai tujuan yang ingin dicapaitanpa mempedulikan hambatan, kesulitan dan tantangan yang menghadangkeimanan yang sedang dia perjuangkan. Firman Allah,
"Maka bersabarlah seperti sabarnya orang-orang teguh di antara para Utusan."(QS. Al-Ahqaaf 46:35)
Kesabaran memang merupakan nilai-nilai pokok dan utama yang harus dimilikioleh seorang Muslim. Namun secara alami manusia selalu saja terburu-buru dansering gegabah. Kisah tentang Saul (Thalut) dengan cantik menggambarkan model-model manusia yang tidak mampu bersabar dan tidak mampu menahan cobaan.Tatkala Thalut sedang bergerak untuk berperang melawan tentara Goliath (Jalut) diamemperingatkan tentaranya untuk tidak minum dari aliran sungai. Barangsiapa yangtidak mematuhi perintahnya, maka ia tidak boleh mengikutinya dalam perjalananekspedisi selanjutnya. Apa yang diperintahkan adalah untuk menguji ketahanan dankesabaran mereka. Namun ternyata kebanyakan dari mereka gagal melaksanakanperintah pimpinannya. Sementara mereka yang bersabar mampu menaklukkantentara Jalut yang besar jumlahnya.Nabi Musa juga pernah kehilangan kesabarannya. Beliau kehilangankesabarannya saat berada bersama seorang lelaki,1) yang melubangi sebuah perahumilik seorang pelaut, membunuh seorang anak kecil yang tak berdosa danmembangun sebuah bangunan yang telah rubuh di sebuah desa yang sangat tidakramah, saat menyambut kehadiran mereka. Tindakan itu telah membuat Nabi Musajengkel, walau beliau memiliki watak kepemimpinan spiritual, karena beliau gagaluntuk menangkap motif apa yang ada di balik tindakan-tindakan itu. Nabi Musadiminta bersabar saat menemaninya, jika tidak, terpaksa dia harus berpisah dengangurunya.Nabi Musa juga kehilangan kesabarannya saat memberikan tugas dankewenangan kepada saudaranya, Harun, untuk mengambil alih kepemimpinan BaniIsrael selama dia pergi ke Gunung Sinai. Beliau kemudian menarik jenggot saudaranyaitu, untuk menerangkan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Bani Israel saat itu,yang dia anggap sebagai tindakan pengecut dari Harun. Karena karakter yangdemikian, maka Allah mengutusnya untuk berhadapan dengan manusia yang palingarogan yang pernah hidup dalam sejarah manusia.Negosiasi adalah usaha kontinu yang harus diusahakan dalam berbagaisuasana dan kondisi. Namun tatkala seseorang sedang berhubungan dengan sebuahkelompok yang tidak mengedepankan logika sebagai sarana, di saat itulah dia harusmenjadikan sabar sebagai senjata utama. Bahkan adakalanya hal-hal yang sangatsepele akan menimbulkan asumsi yang sangat membingungkan pada saatdihadapkan pada proses negosiasi. Bani Israel memiliki alasan yang kuat untukberterima kasih kepada Musa karena dia telah berhasil melepaskan mereka dariperbudakan dan mengantarkan mereka kepada kemerdekaan. Namun beliau dipaksauntuk bersabar dengan kesabaran yang sangat tinggi tatkala beliau meminta merekauntuk mengorbankan seekor sapi. Mereka menanyakan kepada Musa berbagai haltentang sapi itu. Misalnya tentang berapa umurnya, warnanya, jenis sapinya, danapakah dia pernah membajak - tanah kering atau di tanah berair,- semua pertanyaanitu mereka rancang dengan tujuan untuk mengelak dari kewajiban dan lari daritanggung jawab, dan bukan semata-mata untuk mencari informasi, satu teknik yangseringkali dilakukan dalam konferensi-konferensi di zaman modern saat ini. Sebuahpermintaan kecil sering kali mendapat kritik yang tajam. Pertanyaan yang diajukandengan tajam seringkali memancing setiap orang untuk tidak sabar. Namun Musa tidak terpancing, beliau tidak jengkel saat berhubungan dengan manusia-manusiayang tidak tahu terima kasih tersebut. Dia menghadapi pertanyaan-pertanyaan usilmereka itu dengan sabar satu demi satu hingga akhirnya mereka mau menyembelihseekor sapi, walau kecenderungan mereka untuk mengelak masih ada. Dengandemikian kesabaran dalam negosiasi, akan mengalahkan orang-orang yang ragu-raguyang terjerat dalam jaring laba-laba mereka sendiri. Musa selalu dilecehkan denganpertanyaan yang sia-sia, kurang ajar dan tak bermoral oleh kaumnya sendiri. KaumMuslimin diperintahkan untuk tidak mengikuti cara-cara kaum Bani Israel tersebut.Firman Allah,
"Apakah kamu hendak mengajukan pertanyaan kepada Rasul kamu,sebagaimana Bani Israel bertanya kepada Nabi Musa pada zaman dahulu?" (QS. Al-Baqarah 2:108)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar